Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Catatan

Wasit dan Tayangan Ulang

 Banyak orang menyebutkan, minimnya prestasi negeri ini di dunia sepakbola adalah sebab manajemen liga yang buruk. Liga yang buruk menyebabkan pemain tidak dapat menampilkan permainan terbaiknya. Hal tersebut pun membuat pelatih tim nasional jadi tidak dapat memilih dan meracik tim yang dapat bersaing di kompetisi internasional. Buruknya liga dapat disebabkan banyak faktor dan salah satu faktornya adalah wasit. Performa wasit sebagai pengadil di lapangan akhir-akhir ini ramai jadi sorotan publik. Banyaknya kesalahan dalam mengambil keputusan membuat publik geram dan kecewa. Pasalnya bukan hanya sekali atau dua kali terjadi dalam satu pertandingan, bahkan bisa lebih. Dan bukan hanya satu wasit saja yang melakukan kesalahan, melainkan sudah banyak terjadi hal serupa. Salah dalam memutuskan tendangan penalti atau bukan, offside atau onside, handball, dan situasi paling kritis adalah ketika memutuskan gol atau tidak, apakah bola sempurna masuk gawang atau belum. VAR (Video Assistant...

Pertunjukan Hujan

 Awan yang jadi sutradara. Langit menawarkan diri jadi panggungnya. Titik-titik air yang turun dari langit siap jadi tokoh utama. Angin pun turut bermain. Petir datang untuk menambah keramaian. Bersama guruh dan kilat pertunjukan hujan jadi tampil lebih menakjubkan lagi. Sampai akhir pertunjukan, awan menarik diri dari panggung langit. Dilihat cahaya melengkung warna-warna jadi kejutan terakhir yang disiapkan. Tokoh paling nakal dalam pertunjukan sudah mencuri pandang dan terus mengintip dari balik awan. Petir, kilat, dan guruh, sudah menghilang. Hujan perlahan mulai mereda. Matahari, si tokoh paling nakal itu, sudah siap beraksi lagi. Dan Pelangi adalah hadiah yang diberikan para pengisi acara pertunjukan sebagai ucapan terima kasih. Para penonton pun berseri-seri di bawah payungnya masing-masing, ada yang terperangah, tapi tampak jelas di wajah mereka senyum melengkung paling indah yang selaras dengan lengkungan pelangi.

Beradu Nasib - Dongeng

Hari ini begitu hebat. Walaupun enggak hebat-hebat banget. Tadi siang aku naik ke awan, ketemu istana yang ada raksasanya. Tau enggak aku ke sana naik apa? Naik pohon kacang! Hahaha. Aneh memang. Tapi gapapa. Daripada ke bulan naik onta kayak lagu cherrybell. Lebih aneh! Selain raksasa, di sana ada kurcaci juga. Jumlahnya 6. Terus ada satu orang putri cantik lagi tidur. Katanya harus dicium 7 kurcaci biar bangun. Tapi cuma ada 6 kurcaci di sana. Masa satu lagi mau dicium sama raksasa? Susah, dong! Yaudah aku minta deh ke raksasa buat dijadiin kurcaci. Terus dikabulin, saat itu juga tubuhku mengecil. Aku dapat giliran terakhir mencium putri itu. Rupanya sampai dia bangun, kita masih terus ciuman. Kata putrinya dia jatuh cinta padaku pada pandangan pertama. Di hari-hari berikutnya aku sepakat mengambil jalan serius untuk membangun keluarga. ... Selama menjadi keluarga, memang ada saja gangguannya. Salah satunya soal anak. Aku punya 4 anak. 3 orang perempuan dan 1 orang laki-laki. Anak pe...

Sebuah Permainan

Masih di pandemi paling heboh sekarang ini. Mencipta seteru antara Manusia dan Covid-19. Pandemi paling seru, paling menegangkan, paling menyakitkan, dan paling gregetan.  Sudah memasuki akhir waktu normal, manusia masih berusaha mencapai kemenangan. India sempat berhasil membawa manusia unggul sementara, tapi tidak lama keadaan kembali berimbang. Segala upaya sudah manusia kerahkan sepenuhnya. Berbagai bentuk serangan dan pertahanan semuanya telah ditampilkan. Lockdown di banyak tempat, penerapan protokol kesehan tanpa henti, sampai akhirnya strategi terakhir ikut diturunkan. Vaksin peningkat kekebalan tubuh sedikit memberi harapan. Namun sampai akhir waktu normal, kemenangan belum juga dicapai. Begitu kesulitan melihat manusia dengan segala kelebihannya melawan si anak baru, Covid-19. Layaknya kuda hitam dalam sebuah kompetisi, Covid-19 tampil dengan baik. Masih dengan pola permainan yang sama, fokus pada pertahanan, mengandalkan serangan balik untuk mematikan. Dengan kecepatanny...

Catatan Terbang dan Menyelam

"Menyelam ke dasar samudra, terbang tinggi menembus luar angkasa." Ajari aku terbang. Tinggi setinggi-tingginya hingga aku mampu menyentuh angkasa dan bermain dengan para awan. Tapi rasanya, bermain dengan para awan belum cukup. Aku ingin terbang lebih tinggi lagi sampai keluar angkasa. Menyapa para bintang. Bermain kejar-kejaran di arena asteroid di antara Mars dan Jupiter. Balap lari di cincin Saturnus. Dan, mengambil banyak berlian di Uranus dan Neptunus. Pasti seru. Tapi sebelum itu, aku ingin lebih dulu diajari bagaimana cara menyelam ke dasar laut. Biar aku kuat menahan tekanan hidrostatis sebelum melawan tekanan atmosfer. Biar aku berani di tengah kegelapan dan dinginnya lautan sebelum pergi ke luar angkasa sana. Biar aku tahan hidup tanpa bernapas di tempat penuh udara, sebelum main ke sana ke ruang hampa udara. Rupanya samudra berhasil menarik perhatianku. Jadi, biarkan aku main di sini sebentar. Berenang bersama ikan-ikan. Main petak umpet di balik terumbu karang. B...