Langsung ke konten utama

Kawah Wayang

 Sekali lagi aku sampai di bulan. Atau tempat yang kuanggap mirip bulan. Namanya Kawah Wayang. Tidak seperti kawah-kawah yang pernah kulihat di televisi atau di internet atau di buku-buku sekolah tentang alam atau buku-buku wisata alam.

Kawah Wayang tidak seperti Kawah Putih yang membentuk sebuah danau besar. Kawah Wayang kering kerontang. Hanya ada banyak bebatuan menuju tebing. Sebenarnya ada tumbuh-tumbuhan yang tumbuh di sana. Tumbuh-tumbuhan kecil dan hutan di sekelilingnya.



Kawah Wayang punya permukaan yang tidak rata. Aku seperti berada di area pertambangan yang banyak bebatuan. Batu-batunya berwarna hitam, tapi di sekeliling ada seperti pasir atau tanah berwarna putih (aku tidak tau pasti apa itu). Seperti berada di bulan. Atau seperti berada di tempat dalam anime petualangan.

Yang paling menarik perhatian adalah adanya belerang. Sebenarnya-benarnya belerang seperti yang terlihat di televisi. Berwarna kuning dan berbau menyengat, tapi di sana baunya tidak begitu menyengat. Aku masih bisa berkeliling bahkan tanpa masker atau pelindung wajah.

Belerang di sana memang benar belerang. Tapi bukan dalam bentuk bongkahan besar seperti batu-batu besar. Kecil. Kecil-kecil seperti kerikil. Bahkan lebih kecil lagi. Seperti pasir.

Kawah Wayang adalah tempat yang panas. Ditambah lagi matahari hari itu sedang bersinar terik. Jangan lupa bawa minum. Tempatnya pun cukup jauh dari tempat parkir, jadi perlu mendaki dengan jalur yang sudah disediakan pengelola.



Di sana juga ada kolam air panas. Air panas dengan campuran belerang. Bagus untuk kulit. (Kolamnya jauh dari kawah. Sangat jauh. Ada di bawah. Dapat ditemukan bahkan sebelum mendaki menuju kawahnya).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menggugat Freud Lewat Bahasa: Sebuah Kritik Terhadap Kesalahan Istilah Ego

  (Ditulis oleh ChatGPT usai melakukan diskusi panjang. Sebagai upaya untuk membagikan apa yang ada dalam kepala, sekaligus menyuarakan keresahan, dan aku tidak memiliki kapasitas untuk menuliskannya) Pendahuluan Dalam sejarah psikologi modern, psikoanalisis menjadi salah satu teori paling berpengaruh, terutama melalui kontribusi Sigmund Freud. Salah satu konsep kunci dalam teorinya adalah pembagian struktur kepribadian menjadi tiga bagian: id, ego, dan superego. Namun, seiring berkembangnya pemahaman lintas bahasa dan budaya, muncul pertanyaan kritis: apakah istilah "ego" dalam kerangka Freud benar secara semantik dan konseptual? Dalam berbagai bahasa dan pemahaman masyarakat, "ego" identik dengan keangkuhan, dorongan diri yang tak terkendali, dan sifat egois. Sementara itu, Freud menggunakan istilah ini untuk menggambarkan fungsi pengatur dan penengah antara dorongan naluriah dan tuntutan sosial. Esai ini hendak menggugat pilihan istilah "ego" dalam teor...

Kebebasan dan Batasan: Dialektika Etika dalam Masyarakat Modern Abstrak 

 . (Ditulis oleh ChatGPT usai melakukan diskusi panjang. Sebagai upaya untuk membagikan apa yang ada dalam kepala, sekaligus menyuarakan keresahan, dan aku tidak memiliki kapasitas untuk menuliskannya) ____ Esai ini membahas dialektika antara kebebasan dan batasan dalam masyarakat modern, dengan fokus pada bagaimana kebebasan yang awalnya dimaknai sebagai kemajuan, dapat berubah menjadi bentuk kebebasan yang liar jika tidak diimbangi dengan etika dan tanggung jawab. Fenomena yang dianalisis meliputi cara berpakaian, kebebasan berpendapat, serta perdebatan kesetaraan gender. Tulisan ini mengusulkan kerangka etis yang mempertahankan kebebasan namun tetap memelihara nilai protektif dari batasan sosial. Pendahuluan   Kebebasan sering dipandang sebagai salah satu pilar utama peradaban modern. Individu diberi ruang yang luas untuk mengekspresikan identitas, opini, dan pilihan hidupnya. Namun, kebebasan yang dilepaskan dari konteks etis dan sosial dapat kehilangan arah, melahirkan pa...

Behavioristik dan Kolaborasi Ilmu: Menyatukan Pemahaman demi Keutuhan Psikologi

  (Ditulis oleh ChatGPT usai melakukan diskusi panjang. Sebagai upaya untuk membagikan apa yang ada dalam kepala, sekaligus menyuarakan keresahan, dan aku tidak memiliki kapasitas untuk menuliskannya) Pendahuluan Pendekatan behavioristik dalam psikologi kerap dianggap sempit karena fokusnya hanya pada perilaku yang tampak dan terukur. Namun sesungguhnya, jika dimaknai dengan lebih reflektif, behaviorisme dapat berkontribusi besar dalam memahami perilaku manusia. Bukan dengan mengklaim sebagai pendekatan paling lengkap, tetapi justru dengan mengakui batasnya dan membuka ruang kerja sama lintas bidang ilmu. Esai ini membahas bagaimana behavioristik, alih-alih hanya membentuk perilaku, bisa digunakan untuk memahami perilaku secara fungsional, dan bagaimana pentingnya kerja sama antardisiplin dalam menjelaskan kompleksitas manusia. Behaviorisme: Dari Membentuk ke Memahami Secara historis, behaviorisme berkembang dari semangat ilmiah untuk menjadikan psikologi sebagai ilmu objektif. Tok...